Home Info Kedubes Hubungan Bilateral Visa dan Urusan Konsul Budaya, Pendidikan & IPTEK Info Ekonomi & Perdagangan Pers & Media Berita Terkini Aktivitas Kedubes
 
Home > Hubungan Bilateral
Fokus Perhatian Kunjungan Jokowi ke Tiongkok
2015/04/03

Memenuhi undangan Presiden Tiongkok Xi Jinping, Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) pada tagggal 26 Maret memulai kunjungan kenegaraan di Tiongkok. Jokowi akan menghadiri pertemuan tahunan Boao Forum for Asia (BFA) setelah kunjungan tersebut. Ini adalah kunjungan kedua yang dilakukan Jokowi ke Tiongkok dalam waktu hanya enam bulan sejak ia menjabat sebagai Presiden Indonesia.

Tahun ini bertepatan dengan peringatan 65 tahun penggalangan hubungan diplomatik Tiongkok dan Indonesia, sekaligus genap 10 tahun penjalinan hubungan kemitraan strategis dan 60 tahun pembukaan Konferensi Asia Afrika di Bandung. Walaupun hanya lewat empat bulan setelah kunjungan pertamanya ke Tiongkok, Jokowi tetap menerima undangan untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok.

Tugas atau misi apa yang akan dilakukan Jokowi dalam lawatannya ke Tiongkok kali ini? Pada November tahun lalu, Jokowi menghadiri pertemuan puncak APEC di Beijing dan kemudian mengunjungi kota Tianjin yang tidak jauh dari Beijing dengan menumpang kereta api berkecepatan tinggi. Jokowi berkesan mendalam terhadap perkembangan cepat Tiongkok. Ia mengatakan, perkembangan Tiongkok merupakan dorongan bagi Indonesia yang juga berharap dapat berkembang dengan pesat.

Mengusahakan kerja sama dengan Tiongkok merupakan salah satu tujuan utama dalam kunjungannya ke Tiongkok kali ini. Dalam wawancaranya dengan media jelang kunjungan ke Tiongkok, Jokowi mengatakan, kerja sama Indonesia dan Tiongkok di bidang investasi dan perdagangan menghadapi peluang yang baru. Ia berharap Tiongkok akan meningkatkan investasi di bidang pembangunan infrastruktur di Indonesia. Selama ini infrastruktur yang terbelakang telah menjadi rintangan bagi perkembangan ekonomi Indonesia. Setiap pemerintah Indonesia menjadikan pembangunan infrastruktur sebagai tugas utama dalam pemerintahannya. Akan tetapi program pembangunan infrastruktur berlangsung lamban karena kekurangan dana. Jokowi mengatakan, Indonesia tahun ini akan mengalokasi sebanyak US$ 22,3 miliar untuk pembangunan infrastruktur. Anggaran itu merupakan yang tertinggi dalam sejarah. Jokowi mengatakan, mengusahakan investasi Tiongkok di Indonesia serta peningkatan kerja sama kedua negara di bidang infrastruktur merupakan tujuan utama dalam kunjungannya ke Tiongkok kali ini. Jokowi mengakui Tiongkok memiliki pengalaman yang kaya dalam pembangunan infrastruktur. Indonesia berharap Tiongkok dapat membantu Indonesia melalui investasi di bidang jalan raya, rel kereta api, perlistrikan dan pelabuhan.

Gagasan Xi Jinping tentang Jalan Sutra Laut Abad 21 memiliki titik singgung dengan usulan Jokowi tentang poros maritim Indonesia. Jokowi mengatakan, jika kedua strategi tersebut dapat saling mendukung, maka pasti akan membuahkan hasil yang luar biasa. Dalam kunjungan Jokowi ke Tiongkok, dipercaya kedua negara akan mencapai serangkaian persetujuan tentang kerja sama.

Jokowi akan menyampaikan pidato terkait konektivitas dalam acara pembukaan pertemuan tahunan BFA di Bo'ao, Provinsi Hainan, Tiongkok selatan. Ia mengatakan, konektivitas sangat penting bagi Indonesia yang terdiri dari Kepulauan. Ia berharap Forum Bo'ao tahun ini dapat mendorong kerja sama kawasan ini di bidang ekonomi, perdagangan dan investasi.

Suggest to a friend
  Print