Home Info Kedubes Hubungan Bilateral Visa dan Urusan Konsul Budaya, Pendidikan & IPTEK Info Ekonomi & Perdagangan Pers & Media Berita Terkini Aktivitas Kedubes
 
Home > Pers & Media > Dari Media Indonesia
DetikFinance - Jokowi: Turis China ke Manado Sekarang 12.000/Bulan, Dulu 12.000/Tahun
2016/12/09

Selasa 29 Nov 2016, 21:25 WIB

Jokowi: Turis China ke Manado Sekarang 12.000/Bulan, Dulu 12.000/Tahun

Muhammad Idris – detikFinance

 

Foto: dok. Forbes

 

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut pemerintahannya saat ini tengah tancap gas mengembangkan sektor pariwisata. Pihaknya gencar membangun 10 destinasi wisata yang sebelumnya dianggap kurang dipromosikan.

Dia mencontohkan, Manado yang memiliki keindahan bahari namun selama puluhan tahun tak digarap serius, sehingga kunjungan wisatawan asing terbilang sedikit.

Jokowi mencontohkan, jumlah kunjungan turis asal China melonjak sangat signifikan ke Manado, dari sebelumnya rata-rata 12 ribu per tahun, saat ini menjadi 12 ribu per bulannya.

"Sekarang ini kami melihat ke depan untuk mereformasi kebijakan, karena turisme memerankan peran yang optimal dalam ekonomi kami. Tahun lalu maskapai penerbangan nomor 1 dan 3 kami, dan meluncurkan beberapa penerbangan langsung dari Tiongkok ke Manado," kata Jokowi saat bertemu dengan 400 CEO dunia di acara Forbes Global CEO Conference 2016 di Hotel Shangri La, Jakarta, Selasa (29/11/2016).

"Dalam kurang waktu satu tahun, jumlah turis dari China ke Manado meningkat jadi 12 ribu turis per tahun, jadi 12 ribu turis per bulan," tandasnya.

Menurutnya, selama puluhan tahun pula, destinasi wisata untuk turis asing selalu mengandalkan Bali. Padahal, masih banyak tempat wisata lain yang tak kalah eksotis dibandingkan Pulau Dewata tersebut.

"Anda semua pasti tahu Bali kan? Pulau yang sangat terkenal. Hidup Anda belum lengkap apabila Anda belum pernah mengunjungi Bali. Namun Indonesia memiliki ribuan lokasi indah seperti Bali, seperti Raja Ampat, Mandalika, dan Pulau Komodo," pungkas Jokowi. (dna/dna)

Suggest to a friend
  Print