Home Info Kedubes Hubungan Bilateral Visa dan Urusan Konsul Budaya, Pendidikan & IPTEK Info Ekonomi & Perdagangan Pers & Media Berita Terkini Aktivitas Kedubes
 
Home > Berita Terkini
Sambutan Dubes Xie Feng dalam Buka Puasa Bersama Kedutaan Besar Tiongkok dan PBNU
2017/06/03

Sungguh merupakan kehormatan bagi saya untuk menghadiri acara Santunan Anak Yatim Piatu & Buka Puasa Bersama, yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Tiongkok dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Indonesia, dengan Yang Mulia Bapak Ketua Umum Said Aqil Siroj. Dengan kesempatan ini, izinkanlah saya atas nama Kedubes RRT di Indonesia dan 23 juta saudara-saudari Muslim di Tiongkok untuk memberikan salam Ramadhan setulus-tulusnya kepada para hadirin, serta seluruh seluruh saudara-saudari Muslim di Indonesia.

Bagi penganut agama Islam, Bulan Ramadhan merupakan bulan suci di mana mereka tidak hanya menjalankan pembaptisan jasmani dan rohani, tetapi juga memperlihatkan semangat bahu-membahu dan gotong-royong. Dalam beberapa tahun terakhir ini, pada setiap tahun Kedubes Tiongkok pasti mengadakan acara buka puasa bersama dan bakti sosial pada bulan Ramadhan. Dengan memberikan dukungan kepada saudara-saudara muslim yang kurang berkecukupan, kami berharap bisa menyampaikan kepedulian dan persahabatan dari pemerintah dan rakyat Tiongkok kepada saudara-saudari muslim di Indonesia. Pada bulan Ramadan tahun kemarin, saya dan Pak Kyai pernah buka puasa dengan teman-teman sekalian di pesantren ini. Satu tahun telah berlewat, saya merasa sangat bahagia kita berkumpul kembali.

Pertukaran agama seperti sebuah lampu bersinar, yang menerangi jalan persahabatan antara Tiongkok dan Indonesia dari masa ke masa. Jauh pada 600 tahun yang lalu, Laksamana Cheng Ho tujuh kali berlayar ke Samudra Hindia melalui Jalur Sutra Maritim dan beberapa kali singgah di Nusantara. Sebagai seorang muslim, Cheng Ho tidak hanya membawa porselin, teh dan sutra, juga membuka halaman baru dalam sejarah komunikasi dan saling belajar antara Muslin Tiongkok dan Muslim Indonesia. Dalam kunjungan saya ke Kota Cirebon, kampung halamannya Bapak Ketua Umum, saya pernah datang ke Klenteng Talang, yang khusus dibangun dengan maksud memperingati kedatangan armada laksamana Cheng Ho. Berdiri di depan Klenteng Talang, gambaran kehidupan rukun antar masyarakat Tiongkok dan masyarakat Indonesia yang saling bertukar dan bantu-membantu kembali muncul di depan mata saya.

Pada saat ini, dengan kepemimpinan Presiden Xi Jinping dan Presiden Joko Widodo kedua negara, Tiongkok dan Indonesia telah meluncurkan proses bermakna sejarah, di mana kedua negara mensinergikan strategi perkembangan dan memperdalam kerjasama pragmatis secara menyeluruh di berbagai bidang. Hubungan Kemitraan Strategis Komprehensif, yang telah mendatangkan keuntungan nyata kepada rakyat kedua negara, sedang berada pada masa terbaik dalam sejarah. Setengah bulan yang lalu, Presiden Joko Widodo berkunjung ke Tiongkok dalam rangka menghadiri Forum Tingkat Tinggi tentang Kerja Sama Internasional untuk Inisiatif “Sabuk dan Jalur” dan mengadakan pertemuan ke-6 dengan Presiden Xi Jinping. Serangkaian kesepakatan penting baru telah dicapai untuk secara lebih lanjut mensinergikan strategi perkembangan dan memperdalam kerjasama pragmatis. Pertukaran agama pun juga ikut maju ke depan seiring dengan perkembangan hubungan bilateral. Dalam kunjungannya ke Tiongkok kali ini, Presiden Jokowi khusus menyempatkan diri untuk singgah di Masjid Niujie yang dibangun pada tahun 966 dan menjalankan Shalat Tahiyatul Masjid di sana. Kata Presiden Joko Widodo, ternyata di Tiongkok jumlah Muslim juga banyak, gaya arsitektur bangunan Masjid Niujie mengenal faktor Islam dan ciri khas bangunan tradisional Tiongkok sehingga layak menjadi simbol kehadiran Islam sebagai agama yang ramah, toleran, dan damai. Pada bulan yang lalu, Bapak Ketua Umum memimpin delegasi berkunjung ke kota Shanghai, Hangzhou, Nanjing dan Quanzhou, kunjungan tersebut sangat bermanfaat bagi pertukaran dan kerjasama antara Tiongkok dan Indonesia di bidang makanan halal, pengajian budaya Islam serta pembinaan santri dan mahasiswa. Saya yakin, dengan kepemimpinan kuat dari pemimpin Tiongkok dan Indonesia, dengan dukungan dan partisifasi aktif dari PBNU dan organisasi Muslim serta sesama saudara-saudari Muslim, pertukaran agama antara Tiongkok dan Indonesia pasti terus berkembang.

Pada saat ini, Sama dengan teman-teman sekalian, 23 juta muslim di Tiongkok sedang menjalankan pembaptisan Ramadhan dalam suasana tenang damai, dan melakukan pelayanan dan pembaktian kepada masyarakat. Telah tercantum dalam Undang-Undang Dasar Tiongkok bahwa warga negara Tiongkok mempunyai kebebasan beragama, negara melindungi kegiatan agama normal. sama seperti di Indonesia, kaum Muslin juga menunaikan berbagai kewajiban agama seperti sholat, puasa, naik haji dan adat istiadat lainnya dalam suasana tenteram. Pemerintah Tiongkok sangat menghormati dan memberikan perlindungan dan fasilitas kepada mereka. Di seluruh Tiongkok terdapat 35,000 masjid dan 56,000 Akhund. Dalam DPR dan Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat di berbagai tinggal, ada pula wakil dan anggota Muslim. Pemerintah Tiongkok setiap tahun menyelenggarakan belasan ribu Muslim naik haji ke Tanah Suci Makkah, menetapkan peraturan mengenai makanan halal dan menyiapkan makam khusus untuk Muslim. Karena kebanyakan Muslim adalah suku minoritas, mereka masih bisa menikmati banyak kebijakan preferensial, seperti tambahan nilai saat ujian masuk universitas, potongan biaya sekolah dan sebagainya.

Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia tidak hanya dengan aktif mendukung pertukaran dan saling mencontohi antara Muslim Indonesia dan Muslim Tiongkok, tetapi juga berhadap dengan tulus hati agar mengadakan kerjasama yang dapat memberikan kesejahteraan kepada masyarakat MuslimIndonesia di tingkat akar rumput. Pada hari ini, dengan hormat saya dan Pak Kyai akan bersama-sama menyaksikan upacara peresmian Fasilitas Sanitasi Komprehensif. Proyek ini dilaksanakan oleh Kedutaan Besar Tiongkok bersama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama untuk mendukung rencana Sanitasi Total Berbasis Masyarakat yang telah dicanangkan Pemerintah Indonesia. Kedua fasilitas sanitasi komprehensif dalam tahap pertama, yang terletak di Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Provinsi Banten telah rampung. Proyek ini dilengkapi dengan kamar mandi, toilet, septic tank, toren penampungan air dan alat filter. Fasilitas ini dapat menyediakan sumber air bersih yang sesuai dengan standar sanitasi untuk diminum, masak, cuci, mandi sekaligus fasilitas toilet yg sesuai dengan syarat sanitasi. Dengan adanya Fasilitas Sanitasi ini, ribuan masyarakat di kedua desa tersebut dapat menikmati sumber air bersih dan penyediaan fasilitas mandi, cuci dan kakus yang sesuai dengan standar kesehatan. Ke depan, Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok akan terus mengadakan fasilitas promasyarakat di seluruh Indonesia supaya terus-menerus memberikan kontribusi terhadap kemakmuran dan kesejahteraan bangsa dan masyarakat Indonesia.

Pada hari ini, saya juga merasa sangat terhormat diundang menyaksikan peresmian Pusat Kajian Budaya Tiongkok Universitas Nahdlatul Ulama Jakarta. Adanya lembaga ini merupakan satu bukti nyata lagi yang mencerminkan hubungan bilateral berkembang dengan cepat dan people-to-people exchange antara kedua negara terus diperdalam. Dengan kesempatan ini, saya menyatakan bahwa Kedubes RRT akan memberikan bantuan berupa 5 kompuer dan sejumlah buku dari Tiongkok kepada UNU Jakarta. Saya berharap bahwa pusat ini dapat semaksimal mungkin memainkan peranan sebagai jembatan dan memberikan kontribusi positif dalam mendorong pertukaran budaya dan kerjasama yang saling menguntungkan antara Tiongkok dan Indonesia.

Teman dan kerabat akan menjadi lebih akrab ketika mereka sering saling kunjung. Saya telah tiga tahun berturut-turut menghadiri acara buka puasa serupa, dan para hadirin telah menjadi sahabat penting buat saya. Seminggu lagi, saya akan mengakhiri jabatan saya dan pulang ke tanah air. Acara hari ini merupakan salah satu acara paling penting sebelum saya meninggalkan Indonesia.Saya akan meninggalkan Indonesia dengan kenangan indah kerja dan kehidupan saya selama tiga tahun terakhir ini, termasuk momen-momen yang menyenangkan antara saya dan saudara-saudari sekalian, saya akan kembali dengan membawa persahabatan yang luar biasa dari rakyat Indonesia dan melanjutkan perjuangan baru dengan harapan besar terhadap masa depan hubungan Tiongkok-Indonesia yang lebih baik lagi. Sekali lagi saya menyampaikan salam bulan suci kepada teman-teman semua. Semoga kita semua dikaruniai kesehatan, kegembiraan dan kesuksesan pada Hari Raya Idul Fitri mendatang. Semoga bangsa dan rakyat indonesia tambah maju dan makmur, persahabatan Tiongkok-Indonesia bertahan selama-lamanya.

Terima kasih!

Suggest to a friend
  Print