Home Info Kedubes Hubungan Bilateral Visa dan Urusan Konsul Budaya, Pendidikan & IPTEK Info Ekonomi & Perdagangan Pers & Media Berita Terkini Aktivitas Kedubes
 
Home > Budaya, Pendidikan & IPTEK
Umat Muslim Tiongkok Rayakan Hari Raya Idul Fitri
2016/07/07

6 Juli kemarin adalah Hari Raya Idul Fitri atau lebaran yang merupakan hari raya umat Muslim di seluruh dunia. Muslimin dan Muslimat di berbagai tempat di seluruh negeri Tiongkok kemarin merayakan lebaran dengan sejumlah makanan lezat, mengunjungi kerabat dan berkumpul dengan keluarga. Berbagai tempat juga mengambil berbagai langkah untuk menyediakan kemudahan kepada umat Muslim yang merayakan lebaran.

Kemarin pagi, 20 lebih orang lanjut usia di sebuah panti jompo Kota Fukang, Keresidenan Changji, Daerah Otonom Etnis Uigur Xinjiang, berkumpul bersama dan merayakan hari raya Lebaran bersama. Masakan khas selama Lebaran adalah "Sanzi", sejenis mie yang digoreng dan dililit menyerupai bentuk pyramid. Para orang tua Etnis Han, Etnis Uigur, Etnis Hui dan Etnis Khazak dengan sukacita merayakan hari raya Lebaran.

Di Jalan Niujie Beijing, kaum Muslim dari etnis yang berbeda berkumpul bersama untuk merayakan datangnya lebaran. Toko dan restoran di kedua tepi jalan menyajikan makanan yang dapat dibawa pulang, antara lain sate, roti dan yogurt. Penduduk yang datang berbelanja dan terlihat antrian panjang.

Selain mempersiapkan masakan lezat dan berpesta dengan sanak keluarga dan kerabat, kaum Muslim di berbagai tempat juga melakukan sholat ke Masjid. Di Masjid Nanguan Yinchuan Daerah Otonom Etnis Hui Ningxia, para Muslimin pagi-pagi datang ke masjid dengan mengenakan pakaian hari raya.

Di Xinjiang dan Ningxia, tempat permukiman kaum Muslim, Hari Lebaran kini bukan hanya merupakan hari raya keagamaan, juga menjadi hari libur penduduk setempat. Misalnya, penduduk di Ningxia diliburkan dari tanggal 6 hingga 8 Juli, ditambah hari Sabtu dan hari Minggu, banyak orang berwisata ke luar dengan memanfaatkan liburan panjang itu. Seorang Muslimin bernama Yulian dari Kota Yinchuan mengatakan, setelah dilakukannya penyesuaian kembali, pemerintah memperpanjang liburan Lebaran hingga 5 hari. Sejumlah jalan told an objek wisata digratiskan bagi umat Muslim. Ini sangat memudahkan umat Muslim yang berencana mengunjungi sanak keluarga maupun yang berwisata ke luar.

Suggest to a friend
  Print