Home Info Kedubes Hubungan Bilateral Visa dan Urusan Konsul Budaya, Pendidikan & IPTEK Info Ekonomi & Perdagangan Pers & Media Berita Terkini Aktivitas Kedubes
 
Home > Budaya, Pendidikan & IPTEK > Belajar di Tiongkok
Sambutan Duta Besar Tiongkok RRT untuk RI Xie Feng di Depan Upacara Pembukaan "Kamp Musim Panas ke Tiongkok Pusat Bahasa Mandarin di Indonesia Tahun 2015"
2015/06/25
Universitas Al-Azhar Indonesia, 23 Juni, 2015
 
 

Rektor Universitas Al-Azhar Indonesia, Prof. Dr. Ir. Sardy Sar yang saya hormati,

 

Para guru, murid, mahasiswa, Bapak-Bapak, Ibu-Ibu dan teman-teman sekalian,

 

Selamat siang!

 

Hari ini patut kita rayakan, karena 6 tim "Kamp Musim Panas ke Tiongkok Pusat Bahasa Mandarin di Indonesia Tahun 2015" yang terdiri dari 140 guru dan pelajar dari 6 Pusat Bahasa Mandarin di Indonesia akan berangkat ke Tiongkok. Atas undangan Hanban Tiongkok dan Markas Besar Pusat Bahasa Mandarin, mereka akan mengadakan kunjungan dan inspeksi selama dua minggu di Beijing, Fujian, Guangxi, Hebei, Hubei dan provinsi lainnya, berinteraktif dengan pelajar Tiongkok, bertemu dengan teman lama dan mengenal teman baru, bersama-sama menikmati kehidupan yang menggembirakan dan mengesankan di kamp musim panas di Tiongkok. Baik dipandang dari jumlah peserta dan tempat asal peserta, maupun dari jumlah tempat yang akan dikunjungi di Tiongkok, Kamp Musim Panas kali ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah pertukaran remaja dan pemuda Tiongkok-Indonesia. Dengan kesempatan ini, atas nama Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia, saya mengucapkan sukses terhadap pembukaan Kamp ini, dan selamat kepada 140 guru dan pelajar yang akan berpatisipasi kamp ini di Tiongkok. Disamping itu, saya menyatakan pula terima kasih kepada pimpinan Universitas Al-Azhar Indonesia yang selalu mendukung pekerjaan Pusat Bahasa Mandarin, khususnya upaya untuk menyelenggarakan upacara pembukaan kamp hari ini. Salam terima kasih juga saya sampaikan kepada para pemimpin Pusat Bahasa Mandarin dan semua guru sukarelawan yang telah melakukan banyak demi kegiatan hari ini.

 

Para pelajar, guru dan teman sekalian,

meskipun Tiongkok dan Indonesia terpisah oleh samudera, akan tetapi, selama ratusan bahkan ribuan tahun ini, Jalur Sutra Maritim bagaikan peta persahabatan yang selalu mengaitkan rakyat kedua negara kita. Sejak dijalinnya hubungan diplomatik selama 65 tahun ini, rukun tetangga, bekerja sama dan menang bersama selalu merupakan arus utama hubungan kedua negara kita. Sejak Bapak Joko Widodo terpilih sebagai Presiden Indonesia, hubungan Tiongkok-Indonesia mengalami masa transisi yang berjalan dengan lancar dan sekarang berada pada suatu titik permulaan masa perkembangan yang baru. Presiden Joko Widodo sudah 2 kali berkunjung ke Tiongkok dalam 5 bulan setelah beliau memangku jabatan presiden Indonesia. Sedangkan pada April tahun ini, Presiden Tiongkok Xi Jinping sekali lagi datang ke Indonesia dalam rangka menghadiri KTT Asia-Afrika dan Kegiatan Peringatan 60 Tahun Konferensi Bandung, hanya berselang waktu satu setengah tahun dengan kunjungan kenegaraan beliau ke Indonesia pada bulan Oktober 2013. Pemimpin kedua negara kita telah mencapai kesepahaman untuk secara menyeluruh mensinergi strategi pembangunan negara serta meningkatkan kerjasama pragmatis di berbagai bidang. Kunjungan tingkat tinggi yang sesering seperti itu tidak pernah terjadi sepanjang sejarah, memanifestasikan bahwa hubungan bilateral kita sudah berada pada taraf tinggi, dan juga mencerminkan bahwa pemimpin kedua negara sangat mementingkan hubungan Tiongkok-Indonesia. Pendek kata, hubungan Tiongkok-Indonesia sedang berada pada periode terbaik dalam sejarah dan menghadapi peluang perkembangan historik.

 

Pada bulan Mei tahun ini, untuk melaksanakan kesepahaman pemimpin kedua negara kita, Wakil Perdana Menteri Tiongkok, Ibu Liu Yandong mengadakan kunjungan ke Indonesia, dan telah menyelenggarakan konferensi pertama High Level People-to-People Exchange Mechanism bersama dengan Menko PMK Ibu Puan Maharani. Dengan demikian, hubungan Tiongkok-Indonesia memperlihatkan suatu tendensi yang baik, dengan dipacu oleh mekanisme troika yang terdiri dari politik dan keamanan, ekonomi dan perdagangan, serta pertukaran antar masyarakat. Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu Yandong dalam pidatonya di Universitas Indonesia telah menegaskan keperluannya untuk menjadikan pertukaran antar pemuda Tingkok dan Indonesia sebagai program utama pertukaran antar rakyat kedua negara. Kamp Musim Panas kali ini justru merupakan suatu aksi konkret untuk mengimplementasikan usulan pimpinan kedua negara untuk meningkatkan pertukaran antar kaum muda, juga suata kesempatan baik untuk meningkatkan pertukaran antar masyarakat serta persahabatan antara rakyat kedua negara. Saya yakin bahwa Kamp ini pasti dapat meningkatkan persahabatan dan saling pengertian antara kaum muda kedua negara kita, menghasilkan semakin banyak utusan persahabatan Tiongkok-Indonesia, dan menarik semakin banyak pemuda berpartisipasi dalam usaha pembangunan persahabatan kedua negara, sehingga memberikan vitaritas baru ke dalam hubungan Tiongkok-Indonesia.

 

Kedutaan kami akan dengan senantiasa mendukung pertukaran dan kerja sama antara kaum remaja dan pemuda kedua negara, membuka semakin banyak jalur, membangun semakin banyak platform dan menciptakan semakin banyak kesempatan kepada kaum remaja dan pemuda, supaya semakin banyak warga kedua negara kita dapat berpartisipasi dan melakukan upaya dalam pembangunan persahabatan Tiongkok-Indonesia!

 

Semoga Kamp Musim Panas ke Tiongkok Pusat Bahasa Mandarin di Indonesia Tahun 2015 sukses penuh!

Semoga para guru dan pelajar dapat merasa gembira dan memperoleh banyak di Tiongkok.

 

Terima kasih.

Suggest to a friend
  Print