Home Info Kedubes Hubungan Bilateral Visa dan Urusan Konsul Budaya, Pendidikan & IPTEK Info Ekonomi & Perdagangan Pers & Media Berita Terkini Aktivitas Kedubes
 
Home > Aktivitas Kedubes
Sambutan Y.M. Duta Besar Xie Feng dalam Resepsi Farewell
2017/06/07

1.100 hari yang lalu, saya ditunjuk menjadi Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Republik Indonesia. Pada hari ini 3 tahun yang lalu, saya menyerahkan salinan surat kepercayaan kepada Kementerian Luar Negeri Indonesia. Dan hari ini, saya akan menjadi tuan rumah resepsi terakhir dalam kapasitas saya sebagai Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia. 1.100 hari yang telah saya lewati sibuk namun memuaskan, penuh tantangan sekaligus hasil panen. Dalam tiga tahun terakhir ini, saya telah mencari pengetahuan dan wawasan dari kalian semua karena keterbatasan pemahaman saya terhadap Indonesia. Dalam tiga tahun terakhir ini, saya telah mengabdikan semua semangat saya untuk mendorong persahabatan dan kerjasama antara kedua negara.

Kini, tiga tahun telah berlewat, saya merasa sangat gembira melihat dengan kepemimpinan Presiden Xi Jinping dan Presiden Joko Widodo, hubungan Tiongkok-Indonesia telah memasuki proses bermakna sejarah, di mana kedua negara mensinergikan inisiatif "Jalur Sutra Maritim Abad ke-21" dan strategi "Poros Maritim Dunia" serta memperluas dan memperdalam kerjasama pragmatis di berbagai bidang. Saya diberikan kehormatan untuk empat kali mendampingi Presiden Joko Widodo berkunjung ke Tiongkok, terakhir pada bulan Mei waktu Presiden menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Forum Kerjasama Internasional Sabuk dan Jalur. Dalam kunjungan tersebut, Presiden Xi Jinping dan Presiden Joko Widodo mengadakan pertemuan ke-6 dan mencapai kesepakatan penting yang baru mengenai bagaimana dengan lebih lanjut mensinergikan strategi perkembangan kedua negara dan memperdalam kerjasama pragmatis. Kesepakatan penting tersebut telah membawa vitalitas baru bagi hubungan kemitraan strategis komprehensif Tiongkok-Indonesia.

Saya merasa sangat gembira melihat selain Mekanisme Dialog Tingkat Wakil Perdana Menteri di bidang Keamanan Politik, Tiongkok dan Indonesia meluncurkan juga dialog tingkat wakil PM di bidang ekonomi, dan Mekanisme People-to-People Exchange tingkat wakil PM yang menjadi mekanisme pertama serupa antara Tiongkok dan negara berkembang. Tiga pilar berjalan serentak membawa hubungan kemitraan strategis Tiongkok-Indonesia maju secara cepat dan stabil.

Saya merasa sangat gembirqa melihat Kereta Cepat Jakarta Bandung, kereta cepat pertama di Indonesia bahkan di seluruh Asia Tenggara sedikit demi sedikit diwujudkan dari nol pada awalnya. Tim dari Tiongkok dan Indonesia telah menunjukkan tekad dan komitmen yang luar biasa mengagumkan. Tahap demi tahap, problem dan masalah telah kita atasi sehingga pada hari inilah dapat kita saksikan keajaiban Kereta Cepat Jakarta Bandung ini.

Saya dan kolega saya cukup aktif melibatkan diri dan mencurahkan perhatian luar biasa besarnya dalam mencari, mendorong dan menyukseskan proyek ini. Kami telah mengembangkan perasaan yang sangat istimewa terhadap proyek ini. Saya yakin bahwa dengan dukungan pebuh dari pemerintah kedua negara, dan kerja keras yang tak kenal susah payah oleh tim asal kedua pihak, Kereta Cepat Jakarta Bandung pasti dapat diselesaikan dengan kualitas tinggi dalam waktu terdekat. Saya tidak sabar untuk kembali ke Indonesia sebagai seorang wisatawan untuk mencoba Kereta Cepat Jakarta Bandung yang aman dan nyaman pada suatu hari nanti.

Saya merasa sangat gembira melihat bahwa Tiongkok telah enam tahun berturut-turut menjadi mitra dagang terbesar bagi Indonesia, dan negara asal investasi terbesar ketiga dari posisi kesembilan. Kalau terhitung investasi tak langsung via Singapura dan Hongkong, Daratan Tiongkok telah menjadi nomor 1. Kerjasama antara kedua negara terus meluas dari faktor tradisional seperti proyek kontrak, infrastruktur, sumber daya alam ke bidang-bidang baru di antaranya peleburan, financing, telekomunikasi, e-commerce, perumahan dan sebagainya. Merek-merek asal Tiongkok, misalnya Huawei, ZTE, OPPO, Xiaomi dan LENOVO telah mengambil hati para konsumer Indonesia, sedangan buah tropikal, sarang burung dan produk khas Indonesia yang lain semakin mendapat popularitas di rumah tangga Tiongkok.

Saya sangat gembira melihat saling kenal dan minat antara rakyat kedua negara makin meningkat seiring dengan perkembangan people-to-people exchange yang sedang menjamur. Tiongkok telah menjadi negara asal turis terbesar bagi Indonesia pada tahun lalu. Tahun ini, jumlah wisatawan Tiongkok yang berkunjung ke Tiongkok diperkirakan akan melebihi 2 juta orang. Kami berkeyakinan penuh bahwa target yang ditetapkan oleh Presiden Jokowi, yaitu secara akumulatif, jumlah turis asal Tiongkok ke Indonesia pada tahun 2014-2019 akan melampaui 10 juta pasti bisa direalisasikan pada tahun 2019. Pada saat ini, lebih dari 14 ribu mahasiswa Indonesia mencari ilmu di Tiongkok. Jumlah beasiswa pemerintah yang ditawarkan oleh Tiongkok ke Indonesia meningkat 12 kali lipat dalam dua tahun terakhir ini.

Di Ciputra Artpreneur Theater dan Aula Simfonia Jakarta, saya dan teman-teman Indonesia bersama-sama menikmati pertunjukan menarik yang disempahkan oleh National Ballet of China dan China Philharmonic Orchestra. Suara tepuk tangan dari para pemirsa seolah-olah masih terdengar hingga sekarang. Di Kantor Kedutaan, saya mengadakan resepsi untuk delegasi pemuda Tiongkok dan Indonesia yang melakukan kunjungan dan berbagi pengalamannya di negara satu yang lain. Empat hari silam, saya dan Bapak Said Aqil Siroj, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama kembali datang ke Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah untuk buka puasa dengan anak santri dan teman-teman muslim dengan maksud menyampaikan kepedulian kepada masyarakat yang perlu bantuan. Berkenaan dengan bulan yang maha suci ini, dengan kesempatan ini, saya atas nama 23 juta saudara-saudari Muslim di Tiongkok, juga ingin mengucapkan salam Bulan Ramadan kepada seluruh saudara-saudari Muslim di Indonesia.

Meninjau kembali hubungan Tiongkok-Indonesia yang berkembang cepat selama tiga tahun ini, saya menyadari bahwa saling melengkapi dengan keunggulan masing-masing merupakan daya penggerak yang paling mendasar dalam mendorong kerjasama antara Tiongkok dan Indonesia sedangan saling menguntungkan dan menang bersama menjadi ciri khasnya. Hubungan Tiongkok-Indonesia yang sehat, stabil dan terus maju ke depan tidak hanya sesuai dengan keuntungan bersama rakyat kedua negara kita, tetapi juga bermanfaat bagi perdamaian dan kemakmuran regional bahkan internasional. Kedua pihak mungkin beda pendapat dalam isu-isu tertentu, namun perbedaan ini semestinya tidak menjadi menghambat kerjasama kita yang saling menghormati, mengindahkan kebersamaan dengan mengakui perbedaan, karena keuntungan bersama jauh lebih besar daripada perselisihan kita. Progres yang telah diraih dalam perkembangan hubungan bilateral selam tiga tahun ini telah menunjukkan peluan dan potensi besar dalam kerjasama antara kedua negara. Saya berharap kedua pihak menangkap kesempatan bermakna sejarah ini untuk berteguh hati mendorong kemitraan stategis komprehensif dan memperdalam pensinergian strategi dan kerjasama pragmatis antara kedua negara. Saya yakin, hubungan Tiongkok-Indonesia pasti semakin baik, jalan yang ditempuh kedua negara menuju perkembangan dan kemakmuran bersama pasti semakin lancar dan luas, sehingga masyarakat kedua negara semakin merasakan manfaatnya. Tiongkok dan Indonesia semestinya menjadi tetangga baik, sahabat baik dan mitra baik selama-lamanya.

1100 hari yang telah saya lewati telah meninggalkan banyak kenangan indah. Dari surga di Bali sampai Koridor Mekah di Aceh, hingga kota Semarang dan Cirebon yang dulunya beberapa kali dikunjungi oleh Laksamana Cheng Ho serta Solo dan Surabaya, perjalanan saya melintasi Kepulauan Seribu telah membuka mata saya tentang keindahan dan vitalitas Nusantara, Zamrud Khatulistiwa. Saya menyaksikan matahari terbit yang menakjubkan di Candi Borobudur, terpaku kagum di depan Gunung Bromo, menikmati ketenangan Danau Toba dan menatap langit biru di Bunaken. Saya menikmati pertunjukan angklung dan wayang kulit. Saya terpesona dengan keanggunan Batik, mabuk dalam wangi kopi luwak dan berpesta dengan nasi goreng yang lezat. Saya belajar mengatakan Terima Kasih kepada mereka yang telah membantu saya.

Seorang teman pernah berkata kepada saya, "jika Anda menghabiskan satu minggu di Indonesia, Anda dapat menulis catatan tentang perjalanan Anda; Jika Anda menghabiskan beberapa bulan, Anda bisa menulis buku sendiri; Tapi jika Anda menghabiskan beberapa tahun, Anda bahkan tidak tahu harus memulai dari mana" Itu karena semakin lama Anda tinggal, semakin Anda menyadari bahwa Indonesia, negara yang luas dan beragam dengan lebih dari 17.000 pulau, 714 suku dan 1.100 bahasa lokal, masa jabatan 3 tahun terlalu pendek. Saya berharap bisa segera kembali sebagai seorang wisatawan untuk menikmati pemandangan dan budaya indah pada masa depan.

Saya merasa sangat beruntung telah berkenalan dengan banyak teman baik dari pemerintah, partai politik, komunitas bisnis, tokoh-tokoh agama, think tank, media, korps diplomatik, maupun Duta Besar Xu Bu dan rekan-rekan saya dari Misi Tiongkok ke ASEAN, para pengusaha wartawan dan guru sukarela asal Tiongkok. Anda semua telah berkontribusi begitu banyak terhadap hubungan bilateral kita. Dari lubuk hati saya, saya ingin mengucapkan terima kasih setulus-tulusnya kepada Anda Sekalian, yang hadir maupun tidak hadir. Saya berterima kasih atas segala kontribusi yang berharga terhadap pengembangan hubungan Tiongkok-Indonesia, saya berterima kasih atas bantuan dan dukuangan besar yang telah diberikan kepada kedutaan maupun saya sendiri. Saya tidak akan akan lupa begitu banyak hari dan malam saat kita bekerja sama, tidak akan lupa percakapan inspiratif dan momen-momen kesenangan yang kita alami. Orang Tiongkok sering mengatakan "teman sejati menjalani hidup ini bersama". Orang Indonesia mengatakan persahabatan "jauh di langit dan dekat di hati". Meski masa jabatan saya akan segera selesai tapi persahabatan kita tidak akan pernah berakhir.

Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan saya di kedutaan, termasuk staf lokal yang telah puluhan tahun berada di samping kiri kanan kami tanpa peduli siang dan malam. Saya sangat bangga dengan tim saya yang bercita-cita mulia, pebuh vitalitas, berdedikasi dan tanpa pamrih. Kesuksesan dan kebahagiaan adalah milik kalian semua. Saya bertanggung jawab dan memohon maaf atas segala kekurangan dan permasalahan.

Tentu saja, terima kasih khusus saya sampaikan kepada istri saya, Ibu Wang Dan atas dukungan, pendampingan dan semangatnya yang memberikan saya kekuatan dan kehendak untuk menjalankan tugas saya sampai sukses.

Rekan-rekan dan teman-teman yang terhormat,.

Saya harap penerus saya akan mendapat dukungan yang sama dengan saya. Dalam masa transisinya, saya berharap Anda Sekalian bisa terus memberikan dukungan yang sama kepada sahabat saya, Kuasa Usaha Sementara dan Minister Councilor Mr. Sun Weide.

Ibu-ibu dan bapak-bapak sekalian,

Saya akan melanjutkan perjuangan baru dengan kenangan indah saya selama tiga tahun ini, termasuk rasa persahabatan yang luar biasa dari rakyat Indonesia dan harapan besar terhadap masa depan hubungan anatara Tiongkok dan Indonesia yang lebih baik lagi. Di mana pun saya berada, saya akan selalu menjadi sahabat untuk rakyat Indonesia dan utusan untuk persahabatan antara Tiongkok dan Indonesia.

Pada sesi terakhir, saya akan meninggalkan harapan terbaik saya,

Semoga Indonesia dan masyarakatnya menikmati kemakmuran dan kebahagiaan abadi.

Semoga hubungan Kemitraan Strategis Komprehensif Tiongkok-Indonesia terus ditingkatkani.

Semoga masyarakat kita akan selalu menjadi tetangga yang baik, sahabat baik dan mitra yang baik.

Semoga para hadirin dikaruniaii kesehatan, kebahagiaan dan kesuksesan.

Terima kasih!

Suggest to a friend
  Print