Home Info Kedubes Hubungan Bilateral Visa dan Urusan Konsul Budaya, Pendidikan & IPTEK Info Ekonomi & Perdagangan Pers & Media Berita Terkini Aktivitas Kedubes
 
Home > Aktivitas Kedubes
Sambutan Dubes Xie Feng dalam Seminar Internasional LPM Universitas Muhammadiyah Jakarta
2017/04/22

Yang saya hormati, Prof. Dr. Saiful, Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta

Yang saya hormati, para duta besar negara sahabat,

Para guru dan mahasiswa yang saya muliakan,

Selamat siang!

Saya merasa sangat gembira diundang menghadiri seminar internasional yang diselenggarakan oleh LPM UMJ. Pertama-tama, izinkan saya atas nama Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia memyampaikan selamat sehangat-hangatnya kepada Lembaga Pers Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta yang telah 6 tahun berdirinya.

Seminar hari ini bertema "Jurnalisme Internasional dan Pengaruhnya terhadap Tatanan Dunia Global". Ini merupakan sebuah tema besar dan teman frontier. Jurnalisme internasional membuka sebuah pintu buat kita semua untuk mengenal dunia, membantu kita untuk mengatasi limitasi geografis untuk mengetahui serta memahami insiden maupun isu-isu internasional sehingga jurnalisme internasional ini telah memberikan pengaruh mendalam kepada keputusan luar negeri dan hubungan antarnegara. Dalam beberapa tahun terakhir ini, seiring dengan kemakmuran internet den media sosial, berita internasional yang dulunya amat mentereng itu justru terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat biasa karena setiap orang dapat menjadi sumber dan penyebar informasi. Dari Bexit di Inggris sampai Pilpres di Amerika Serikat, kita telah melihat bagaimana jurnalisme internasional telah memainkan peran yang luar biasa besarnya. Akan tetapi, seperti satu koin selalu ada dua sisi, kebanjiran informasi palsu, title attractors dan hoax juga tidak ada sebelumnya. Penulis AS Mark Twain pernah mengatakan pada abad ke-19, Sebuah kebohongan sudah melintasi setengah bumi, sementara kebenaran masih mencoba memakai sepatu. Di era media digital, kebohongan pasti bisa dua kali melintasi dunia.

Justru pada saat ini, diperlukan kehadiran wartawan profesional, yang menanggung keadilan dan kejujuran, menjunjung tinggi cita-cita dan kode etika jurnalisme untuk menghormati fakta, melaporkan kebenaran, menghilangkan kesalahpahaman dan menyebarluaskan persahabatan.

Dalam tiga tahun saya bertugas sebagai duta besar di Indonesia, saya sangat gembira melihat banyak pelaku media Indonesia meliputi Tiongkok secara adil dan jujur dan mendukung perkembangan hubungan Tiongkok-Indonesia. Mereka telah memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan saling kenal antara rakyat kedua negara.

Seorang wartawan dari Bisnis Indonesia menuliskan sepulang dari Tiongkok bahwa asal tahu, saya bukanlah tipe orang yang gampang nggumunan, kagetan, atau panikan, untuk kesekian kali dan setiap berkesempatan mengunjungi Tiongkok, selalu saja ada rasa nggumun itu. Manusia lebih dari 1,3 miliar di negara itu bisa diatur dengan tertib.

Dengan latar belakang pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung, bapak wartawan Indonesia datang ke Tiongkok dengan maksud mencoba kereta cepat. Dalam liputannya mereka mengatakan bahwa kereta cepat di Tiongkok, yang panjang totalnya telah melebihi 20,000 kilometer, telah mengembangkan sistem operasi dan pengelolaan yang raksasa, hi-tech dan reliable. Kereta cepat itu aman dan nyaman. Seorang wisatawan asal detik.com bahkan merekam dan memperlihatkan langsung kepada para masyarakat Indonesia bagaimana dia beli tiket, naik kereta dan sampai akhirnya tiba di destinasi.

Untuk banyak rakyat Indonesia yang memperhatikan kondisi kehidupan agama umat Muslim Tiongkok, banyak wartawan Indonesia mengumpulkan bahan berita ke Xinjiang, Qinghai dan tempat-tempat lain di Tiongkok, dan mengembalikan informasi tangan pertama. Laporan seorang wartawan dari Liputan6 yang pulang dari Xinjiang tertulis, banyak masjid dengan skala dan gaya yang berbeda bisa terlihat di mana-mana di Xinjiang, cerita tentang pemerintah Tiongkok melarang muslim untuk beribadah ternyata bukan fakta. Sama dengan di Indonesia, ketika terdengar suara adzan dari masjid, para muslim yang tinggal di sekitarnya berdatangan ke masjid untuk menunaikan ibadah shalat, lima kali sehari, tidak pernah melihat ataupun merasa bahwa kegiatan agama mereka dikengkang. Editor utama atau editor ekskutif dari Kompas, Metro TV, Viva dan media lain merayakan hari raya idul adha bersama dengan muslim Tiongkok di Jalan Niujie, Beijing. Mereka berkomunikasi dengan imam dan mengumumkan banyak foto dan video. Semua laporan tersebut menyebabkan semakin banyak rakyat Indonesia mengenal kehidupan sebenarnya 23 juta saudara-saudara Muslim di Tiongkok, dan juga kebebasan kepercayaan agama Tiongkok.

Media Tiongkok pun berusaha memperkenalkan "Wonderful Indonesia" kepada rakyat Tiongkok. Ada enam media Tiongkok sudah mengutus koresponden tetap ke Jakarta. Ada juga banyak rombongan wartawan berkunjung ke Indonesia setiap tahun. Tahun lalu, China Central Television khusus datang ke Indonesia untuk memotret film dokumenter sepanjang 15 episode. Film tersebut dengan konprehensif memperkenalkan perkembangan ekonomi dan masyarakat Indonesia, dengan aktif menyebarkan tamasya indah Indonesia, misalnya Tanah Lot, Bali dan Borobudur, Yogyakarta, dan juga menuturkan adat istiadat dan makanan khas Indonesia. Semua laporan menarik semakin banyak turis Tiongkok berwisata ke Indonesia. Tahun lalu, Tiongkok melonjak menjadi negara asal turis asing terbesar bagi Indonesia. Menurut statistik resmi Indonesia, pada tahun 2016, 1,453 juta turis Tiongkok berkunjung ke Indonesia, konsumsi per kapita 1107 USD, yang menyumbang hampir 2 miliar USD kepada pendapatan devisa Indonesia. Selama dua bulan pertama tahun ini, turis Tiongkok yang berwisata ke Indonesia mencapai 400 ribu. Dengan tren ini, jumlah turis Tiongkok yang datang ke Indonesia tahun ini akan lebih dari 2 juta.

Seiring dengan berita-berita dari media kedua negara semakin banyak, antusiasme para pemuda kedua negara untuk perkenalkan satu sama lain semakin tinggi. Semakin banyak mahasiswa ingin melanjutkan pelajaran ke negara satu yang lain. Saat ini terdapat sekitar 14,000 mahasiswa Indonesia belajar di negara Tiongkok, dan Tiongkok merupakan negara tujuan favorit nomor dua Indonesia untuk melanjutkan pelajaran.

Dengan kesempatan ini saya ingin membagikan satu kabar baik dengan kalian. Tahun ini, pemerintah Tiongkok akan memberikan 200 beasiswa kepada Indonesia, dan kami akan terus membantu semakin banyak anak muda mewujudkan impian mereka belajar di Tiongkok. Kami sangat menyambut mahasiswa Universitas Muhammadiyah belajar di Tiongkok pada masa yang akan datang.

Para hadirin merupakan bintang-bintang harapan masa depan kalangan media Indonesia. Saya harap kalian belajar rajin dan mengejar impian sebagai seorang wartawan, turut menyumbangkan kontribusi dalam persahabatan Indonesia dengan negara lain, khususnya dengan negara Tiongkok.

Terima kasih.

Suggest to a friend
  Print