Home Info Kedubes Hubungan Bilateral Visa dan Urusan Konsul Budaya, Pendidikan & IPTEK Info Ekonomi & Perdagangan Pers & Media Berita Terkini Aktivitas Kedubes
 
Home > Aktivitas Kedubes
Tiongkok dan Indonesia Semestinya Bahu-membahu dan Meneruskan Kerjasama Sukses yang Saling Menguntungkan dan Menang Bersama
2017/02/15

Pada tanggal 10 Februari, Y.M. Duta Besar Xie Feng memberikan sambutan saat menghadiri konferensi pers “Kami Buatan Indonesia”. Dalam sambutannya, Dubes Xie Feng menceritakan kisah sukses kerjasama antara perusahaan Tiongkok dan Indonesia yang saling menguntungkan dan menang bersama.

Dubes Xie Feng mengatakan bahwa bahwa kerjasama Tiongkok-Indonesia telah memasuki babak baru, yaitu beralih dari perdagangan komoditas dan proyek kontrakan ke investasi di Indonesia, pengalihan teknologi, pelatihan personnel dan memproduksi bersama. Hasilnya, model kerjasama yang saling menguntungkan ini terus ditingkatkan. Sebagai salah satu perwakilan dari China Made, Xiaomi Grup telah keluar dari Tiongkok dan mengikuti persaingan di pasar dunia. Volume penjualannya berposisi terbesar ke-4 di pasar smartphone Indonesia. Hal tersebut merupakan pengakuan pasar dan rakyat Indonesia terhadap kualitas dan layanan Xiaomi, dan juga merupakan pengakuan terhadap China Made dan Merek Tiongkok, serta harapan dan keyakinan besar terhadap kerjasama Tiongkok dan Indonesia.

Kata Dubes Xie Feng, Xiaomi merupakan lambang bagi ribuan perusahaan Tiongkok yang melakukan investasi di Indonesia. Perusahaan-perusahaan tersebut telah mendatangkan modal, teknologi dan manajemen yang canggih dan telah mendorong perkembangan ekonomi Indonesia. Mereka juga menambah pendapatan pajak lokal dan sediakan banyak kesempatan kerja dan telah meninggalkan banyak cerita berhasil yang saling menuntungkan. Misalnya PT China Harbour Indonesia telah menyediakan lowongan kerja lebih dari 20 ribu secara akumulatif. Salah satu proyek dr Kawasan Industri Indonesia Morowali Industrial Park telah menciptakan 11 ribu kesempatan kerja. PT Huawei Indonesia punya mitra kerja lokal lebih dari 400, setiap tahun menciptakan kesempatan kerja lebih dari 20 ribu secara tidak langsung. Julong Grup mengembangkan ‘Plasma’ bersama dengan masyarakat setempat dengan total luasnya mencapai 10 ribu hektar dan mencakup 40 lebih desa. Menurut perhitungan ada sekitar 5ribu lebih keluarga dengan jumlah 20 ribu lebih orang mendapat keuntungan dalam bentuk kerja sama tersebut.

Harapan Dubes Xie Feng agar perusahaan-perusahaan asal Tiongkok termasuk Xiaomi dapat terus-menerus meningkatkan kualitas produk dan taraf pelayanan, menaati undang-undang dan peraturan-peraturan serta adat istiadat lokal, berusaha bergaul dengan masyarakat lokal, dengan antusias ikut serta dalam kegiatan sosial dan melaksanakan kewajiban sosial(CSR), menjadikan diri sebagai warga negara yang baik. Perusahaan Tiongkok harus mengembangakan diri sendiri dan menyediakan produk dan jasa yang bagus kepada masyarakat sehingga dapat memberikan kontribusi besar pada ekonomi Indonesia. Di samping itu, saya berharap teman-teman Indonesia memandang perusahaan Tiongkok sebagai sahabat dan mitra sendiri yang bahu-membahu, mendukung perusahaan Tiongkok berintegrasi dengan masyarakat Indonesia, membantu perusahaan Tiongkok menyelesaikan masalah-masalah dalam pembebasan tanah dan visa kerja serta memberikan lingkungan baik bagi perkembang perusahaan Tiongkok. Kami mengepresiasi upaya aktif yang telah dilakukan oleh Pemerintah di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo dalam rangka menarik penanaman modal dan memperbaiki lingkungan investasi.

Dubes Xie Feng mengatakan, masa ekspansi Xiaomi di Indonesia selama lebih dari dua tahun ini beriringan dengan masa perkembangan inisiatif “Sabuk dan Jalur Sutra” Tiongkok yang cepat dan menjamur. Lebih dari tiga tahun terakhir ini, Tiongkok mendiskusi, membangun dan menikmati hasil perkembangan bersama negara-negara di sepanjang jalur tersebut, dengan konsep maju bersama dan menang bersama melalui kerjasama. Inisiatif tersebut bukan saja solo sepihak Tiongkok, melainkan simfoni yang diikutsertakan oleh semua pihak. Dalam waktu lebih dari tiga tahun terakhir ini, sudah terdapat 100 lebih negara dan organisasi internasional memberikan tanggapan positif terhadap inisiatif tersebut, di antaranya lebih dari 40 negara dan organisasi telah menandatangani dokumen kerjasama dengan Tiongkok. Lingkaran teman inisiatif “Sabuk dan Jalur Sutra” ini semakin luas. Hal ini sunggung merupakan sebuah bintang bersinar dalam ekomoni dunia yang penuh keresahan ini.

Dubes Xie Feng mengatakan, Indonesia bukan tetangga dan sahabat saja bagi Tiongkok, tetapi mitra penting dalam bersama-sama membangun inisiatif “Sabuk dan Jalur Sutra”. Presiden Xi Jinping dan Presiden Joko Widodo mensinergikan inisiatif “Jalur Sutra Maritim Abad ke-21” dan strategi “Poros Maritim Dunia”, kerjasama pragmatis antara Tiongkok dan Indonesia di berbagai bidang telah menhasilkan progres yang cukup melimpah. Tiongkok telah beberapa tahun secara konsekutif menjadi mitra dagang pertama bagi Indonesia. Di samping itu, Tiongkok telah menjadi negara sumber investasi terbesar ketiga dari kesebelas pada tahun sebelumnya. Sampai akhir bulan November tahun lalu, jumlah wisatawan Tiongkok ke Indonesia mencapai 1,34 juta orang, Tiongkok telah menjadi negara asal turis pertama bagi Indonesia. Hanya pariwisata saja, pendapatan Indonesia bisa menambah lebih dari USD 2 miliar. Kedua pihak sedang bekerja keras mewujudkan prospek Presiden Joko Widodo untuk menarik 10 juta turis Tiongkok datang ke Indonesia pada tahun 2020. Kereta Cepat Jakarta Bandung dan sejumlah proyek kerjasama simbolik lainnya sedang diimplementasikan tahap demi tahap. Kerjasama yang saling menguntungkan di bidang infrastruktur, industri, perdagangan, investasi, finansial, telekomunikasi dan e-dagang terus ditindaklanjuti. Sejumlah proyek yang bisa menghasilkan profit ekonomi dan manfaat sosial telah rampung sehingga baik perusahaan maupun rakyat kedua negara bisa menikmati kesejahteraannya.

Kata Dubes Xie Feng, pada saat ini, pertumbuhan ekonomi global masih lemah, unsur ketidakstabilan dan ketidakpastian makin tambah, gerakan deglobalisasi tampaknya mulai dikobarkan, proteksionisme semakin signifikan. Justru pada saat ini, komunitas internasional semestinya memanfaatkan setiap kesempatan, bersama-sama menghadapi tantangan dan memetakan masa depan yang tepat untuk globalisasi ekonomi Tiongkok dan Indonesia sama-sama adalah negara besar di Asia, emerging economy yang penting, negara berkembang yang besar dan anggota G20, kedua negara merupakan engine yang mendongkrak pertumbuhan ekonomi dunia. Tiongkok berharap bekerja sama Indonesia untuk menjungjung tinggi jalan globalisasi yang benar, memprakarsai dan melaksanakan ekonomi terbuka, berbagi kesempatan dan keuntungan dalam proses keterbukaan, mewujudkan maju bersama melalui kerjasama yang semakin mendalam supaya kita bisa meningkatkan kesejahteraan bagi rakyat kedua negara dan memberikan dinamika baru dan energi positif kepada perkembangan ekonomi regional maupun seluruh dunia.

Acara tersebut dipimpim oleh Bapak Wang Xiang, Vice President of Xiaomi Group dan dihadiri oleh Bapak Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika

Ibu Tjahya Widayanti, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan dan Bapak I Gusti Putu Suryawirawan, Dirjen ILMATE, Kementerian Perindustrian.

Suggest to a friend
  Print