Home Info Kedubes Hubungan Bilateral Visa dan Urusan Konsul Budaya, Pendidikan & IPTEK Info Ekonomi & Perdagangan Pers & Media Berita Terkini Aktivitas Kedubes
 
Home > Aktivitas Kedubes
Melestarikan Semangat Cheng Ho & Memperdalam Kerjasama dan Persahabatan Tiongkok dan Indonesia semestinya menjadi tetangga baik, sahabat baik dan mitra baik untuk selama-lamanya
- Y. M. Duta Besar Xie Feng mengunjungi Kelenteng Sam Po Kung dan menerima wawancara kolektif dari media di Semarang
2016/11/29

Pada tanggal 26 November 2016, Y. M. Duta Besar Xie Feng mengunjungi kota Semarang. Dalam kunjungan tersebut, beliau berkunjung ke Kelenteng Sam Po Kung yang dibangun oleh warga setempat untuk memperingati Cheng Ho, dan menerima wawancara kolektif dari media di Sam Po Kung.

Dubes Xie Feng mengatakan bahwa, kota Semarang merupakan salah satu kota yang sangat terkenal dengan sejarahnya di Indonesia. Kunjungan saya ke kota ini ada tiga tujuan. Yang pertama, berkunjung ke Kelenteng Sam Po Kung untuk mengenang kembali navigator besar dan duta perdamaian Tiongkok, Laksamana Cheng Ho, dan mengulas sejarah kunjungan persahabatan antara Tiongkok dan Indonesia. 600 tahun yang lalu, Laksamana Cheng Ho tujuh kali berlayar ke Samudra Hindia, di mana beliau enam kali datang ke Pulau Jawa. Kota Semarang adalah titik pendaratan pertama dan San Po Kung adalah tempat istirahat untuk Cheng Ho. Pada Waktu Laksamana Cheng Ho berlayar ke Samudra Hindia, Tiongkok merupakan negara yang paling maju dan kuat di dunia. Namun demikian, yang dibawa oleh beliau bukanlah senjata ataupun eksploitasi, melainkan porcelain, teh dan sutra, serta perdagangan dan persahabatan. Sebaliknya, rakyat Indonesia juga memberikan penerimaan dan bantuan yang ramah tamah. Mereka mengobati pelayar Tiongkok yang sakit dengan jamu tradisional. Sebagian pelayar Tiongkok bahkan menetap di sana dan hidup bersama dengan warga lokal. Dalam 600 tahun terakhir ini, kota Semarang telah menyaksikan bantu-membantu antara rakyat Tiongkok dan rakyat Indonesia, serta harapan besar rakyat kedua negara akan perdamaian, persahabatan dan kerjasama.

Kedua, kami telah melakukan diskusi dengan berbagai kalangan dari Provinsi Jawa Tengah dan Kota Semarang untuk menindaklanjuti interaksi bersahabat dan kerjasama pragmatis. Dalam kunjungan tersebut, saya bertemu dengan Y. M. Bapak Ganjar Pranowo, Gubernur Provinsi Jawa Tengah. Kami sepakat untuk terus meningkatkan kunjungan timbal balik antara Tiongkok dan Provinsi Jawa Tengah di berbagai tingkat, memperdalam kerjasama di bidang perdagangan, investasi, pariwisata dan infrastruktur, mendorong people-to-people exchange, serta mempererat kerjasama kota sahabat. Saya juga berkumpul dengan para keturunan etnis Tionghoa di Semarang, di mana saya menyampaikan apresiasi kepada mereka atas segala kontribusi yang telah disumbangkan demi kemajuan masyarakat dan perkembangan ekonomi di Indonesia, juga saya mengucapkan terima kasih dan memberikan harapan agar mereka dapat memainkan peranan yang tak tergantikan dalam mendorong persahabatan dan kerjasama antara Tiongkok dan Indonesia.

Dalam beberapa tahun ini, dibawah pimpinan presiden Xi Jinping dan presiden Joko Widodo, hubungan Tiongkok Indonesia berkembang secara keseluruhan dan menyambung era terbaik dalam sejarah. Sejak mengambil alih kekuasaan pemerintah 2 tahun yang lalu, Presiden Joko Widodo sudah 3 kali berkunjung ke Tiongkok dan 5 kali bertemu dengan Presiden Xi Jinping. Kedua pimpinan mencapai kesepakatan penting bahwa akan secara keseluruhan mensinergikan strategi perkembangan dan mendorong kerjasama pragmatis. Kedua negara telah membentuk mekanisme dialog tingkat wakil Perdana Menteri di bidang politik dan keamanan, perdagangan dan investasi serta people-to-people exchange yang telah menjadi tiga pilar untuk mendorong hubungan Tiongkok dan Indonesia berkembang dengan momentum yang kuat. Tiongkok telah menjadi mitra perdagangan pertama, negara asal wisatawan asing pertama dan sumber investasi asing ketiga untuk Indonesia.

Ketiga, menyampaikan harapan kepada generasi muda. Saya menghadiri seminar isu internasional yang diselenggarakan di Universitas Wahid Hasyim, secara mendalam mendiskusikan isu-isu tentang dunia multipolar, hubungan Tiongkok dan Asia, hubungan Tiongkok dan Indonesia dengan para ahli, pengajar dan mahasiswa-mahasiswi dari perguruan tinggi. Saya juga berkunjung ke Chinese Corner di Universitas Wahid Hasyim. Pada tahun 2015, universitas tersebut membangun Chinese Corner untuk pertama kali di perguruan tinggi Semarang, dan mendapatkan sambutan hangat dari pelajar Indonesia. Begitu berminatnya pada Tiongkok dan dukungannya kepada persahabatan kedua negara dari generasi muda Indonesia sangat mengesankan saya. Saya mewakili Kedubes Tiongkok untuk memberikan buku-buku dan produk-produk audio vedio kepada Chinese Corner dengan harapan membantu mendorong saling mengenal dan saling belajar antara generasi muda kedua negara. Sebuah bangsa membangkit dan menguat bersama dengan generasi mudanya. Dengan semakin banyak pemuda-pemuda Tingkok dan Indonesia ikut melestarikan semangat Cheng Ho dan berpartisipasi dalam kerjasama antara kedua negara, pastilah persahabatan kedua negara akan berkembang secara terus-menerus dan makmur. Tiongkok dan Indonesia semestinya menjadi tetangga baik, sahabat baik dan mitra baik untuk selama-lamanya.

Suggest to a friend
  Print